US Uni Application: Overall Experience [1/3] [IDN]

I’M MIT 2021 STUDENT
/YAY/
/ROLLS/
/HUGS GOD/
/PETS DOGES/
/SCREAMS/

… ok …
Jadi untuk seri blog post US Uni Application ini, akan ada 3 bagian:

  • Bagian pertama akan menceritakan keseluruhan pengalamanku dan resource yang aku pakai buat persiapan pendaftaran universitas.
  • Bagian kedua adalah isi dari accepted application yang aku kirim ke MIT tahun 2016 + sedikit fun fact yang aku tau about MIT.
  • dan bagian terakhir adalah kumpulan-kumpulan tips, apa yang harus diperhatikan, dan pertanyaan interview dari MIT, Brown, dan Princeton yang aku dapat.

FYI bagi yang belum terlalu paham dengan sistem universitas di Amerika:

  • Universitas di Amerika memakai sistem tahun kelulusan yang ditulis. Jadi contohnya kalau aku bilang “murid MIT 2020”, itu artinya murid tersebut mulai kuliah Agustus 2016, dan akan lulus nanti tahun 2020. Jadi agak beda dengan mayoritas universitas di Indonesia yang pakai tahun masuk-nya. Tapi kalau ga salah Binus juga pakai tahun kelulusan sih 🙂
  • Di Amerika ada yang namanya community college, ini semacam ‘D’ dari D-3, D-xxx nya Indonesia (Associate Degree). Tapi bedanya, di community college ini, setelah 1 setengah – 2 tahun, muridnya bisa transfer ke universitas. Contoh: masuk community college, 1 setengah tahun beres, lalu transfer ke UC Berkeley. Jadi nanti di community college 2 tahun, di UC Berkeley 2 tahun aja. Beberapa orang lebih suka melalui jalur community college ini karena lebih murah dan masuknya lebih gampang, soalnya tinggal bayar doang bisa masuk. Tapi masalahnya, tidak semua universitas top mau menerima transfer dari community college.
  • Di universitas di Amerika, ada 4 macam ‘jalur’ pendaftaran: Early action (EA), Restrictive Early Action (REA), Early decision (ED), dan Regular decision (RD). Ga ada advantage untuk memilih satu dengan yang lain. Biasanya universitas menganut 2 jalur itu (1 di antara EA, REA, atau ED, dan satunya RD)
    • EA → Tanggal deadline lebih awal (sekitar November awal), dan murid boleh memilih untuk daftar di universitas lain yang juga menganut EA.
    • REA → Tanggal deadline juga November awal, tapi bedanya dengan EA, kalau murid mendaftar di 1 universitas yang menganut REA, murid itu tidak boleh daftar di universitas yang lain untuk jalur early (EA, REA, ED). Jadi daftar di universitas lain harus tunggu jalur RD.
    • ED → Mirip dengan REA, tapi bedanya jika murid diterima di universitas yang menganut ED, dia HARUS masuk ke universitas tersebut dan murid itu harus menolak semua tawaran dari universitas lain.
    • RD → Deadline-nya biasanya Januari awal, tidak ada peraturan apapun. Semua universitas pasti ada jalur ini.

Tahun 2015 – 1st try

Jalur normal untuk daftar kuliah di universitas di U.S. adalah waktu kelas 12 semester 1. Aku pada waktu ini daftar ke total 9 universitas: Princeton University, Stanford University, UC Berkeley, Brown University, Cornell University, University of Texas-Austin, UC San Diego, University of Illinois Urbana – Champaign, dan Purdue University.

Pada percobaan pertama ini aku yang daftar melalui tanggal early adalah Princeton, soalnya dia satu-satunya dari sekolah yang aku mau daftar yang need-blind untuk international students. Dan karena Princeton sifatnya REA, ke-8 universitas lainnya aku daftar melalui jalur Regular Decision.

Mulai bulan Juli akhir, aku sudah mulai cari ide dan buat draft untuk semua essaynya. Karena banyak universitas yang aku daftar, jadi total essay berbeda yang aku buat mencapai 25+, dan itu belum termasuk revisi dan ganti total ide untuk setiap essaynya. Menurutku yang lama itu proses berpikir idenya, karena kadang ada pertanyaan-pertanyaan yang ga biasa; contoh: “Stanford students possess an intellectual vitality. Reflect on an idea or experience that has been important to your intellectual development.” – Stanford. Aku juga membutuhkan waktu yang lama untuk pertanyaan-pertanyaan lain yang sifatnya ‘normal’, kaya “Kenapa memilih universitas ini, dst”, karena aku harus bisa membuat essay yang bisa menonjol dari 20.000+ pendaftar lainnya. Tapi masalahnya, kadang ide yang aku dapatkan tidak cocok dengan pertanyaannya, dan kedengaran ‘maksa’, jadi masalahnya makin rumit 😥

Untuk syarat tes, karena aku sudah tes SAT 1 dari Januari awal, aku tidak mengambil lagi, jadi aku tinggal ambil 2 mapel SAT subject waktu bulan Juni, dan tes TOEFL IBT waktu bulan Oktober.

Selain persiapan universitas, tes-tes, dan kesibukan murid kelas 12 kaya biasanya (unas, try out, dkk.), aku juga masih ada pelatnas dan persiapan untuk International Olympiad in Informatics 2015. Jadi bisa dikatakan jadwalku agak tidak karuan pada tahun itu o<-<

Tapi aku berusaha untuk menyelesaikan itu semua, dan untungnya bisa selesai tepat waktu, walaupun beberapa essay diselesaikan dengan buru-buru.

Bulan Desember datang, pengumuman early Princeton datang, dan aku di-deferred, yang artinya pengumuman aku diterima atau ga-nya diundur sampai Maret 😦

Bulan Maret akhir datang, dan ini hasilnya:

  • Princeton University – Deferred then Rejected
  • Stanford University – Rejected
  • UC Berkeley – Rejected
  • UC San Diego – Accepted
  • University of Illinois Urbana-Champaign – Waitlisted then Rejected
  • Purdue University – Accepted
  • University of Texas, Austin – Accepted
  • Cornell University – Rejected
  • Brown University – Rejected

Tapi sayangnya, di tahun 2016, karena aku harus ikut International Olympiad in Informatics (IOI) di Russia, aku memutuskan untuk menolak semua acceptance dari universitas tersebut. Tanggal pelaksanaannya menumpuk dengan tanggal mulai kuliah, dan karena aku sama sekali ga pernah ke U.S., proses visa, dll., aku akhirnya memutuskan untuk tidak menerima acceptance dari mereka. (yeah, it’s kinda a waste of time & money 😦 )


Tahun 2016 – 2nd try

Karena SMA selesainya bulan Juni 2016, jadi aku punya sekitar 6 bulan gap, yang aku isi dengan pelatnas – IOI – ngajar pelatnas, dll. Jadi, setelah IOI berakhir di bulan Agustus, aku memutuskan untuk apply ke community college untuk Spring/January 2017. Community college ini aku gunakan sebagai plan B, karena pada tahun 2016 ini aku memutuskan untuk mencoba mendaftar ke universitas lagi untuk murid kelulusan 2021. Jadi, kalau aku di reject lagi, aku bisa terus melanjutkan community college ini, dan transfer ke universitas setelah 1 setengah tahun beres. Pada tahun ini aku cuma daftar ke 2 universitas, yaitu Stanford dan MIT.

Mulai bulan Juni – Agustus awal(?), aku ikut Indonesia Mengglobal Mentorship, jadi di sini kita dipasangkan dengan 1 mentor, dan setiap minggu kaya ada pr yang berhubungan dengan proses pendaftaran universitas: bikin draft essay, melihat opsi financial aid, dll. Jadi untuk tahun ini aku sudah mulai buat essay mulai bulan Juli… tapi akhirnya juga banyak yang diganti beberapa minggu sebelum deadline XD

Nah, si Stanford pendaftaran early-nya menganut REA, jadi untuk jalur early aku cuma daftar di Stanford doang. Aku pilih Stanford untuk early-nya soalnya cuaca di California enak, ga ada salju, jadi mudah untuk beradaptasi untuk winternya. Desember mulai datang, dan aku ditolak lagi oleh Stanford o←< (Stanford is kinda like that anime senpai that never notices you tbh).

Sebenernya waktu ditolak Stanford ini aku udah hampir menyerah sih, agak ga niat buat lanjutin daftar MIT. Apalagi waktu itu rejection letter dari Stanford keluarnya PAS beberapa jam sebelum aku interview buat MIT, jadi waktu interview aku agak – – – begitulah #sedih

Hasil interview menurutku ga terlalu baik (lebih lengkapnya lihat di part 2/3), terus aku bingung-bingung tanya Ci Veni (Veni Johanna – Stanford graduate, tapi aku kenalnya dari TOKI sih). Dia terus nyemangatin aku + motivasi aku buat lanjutin daftar MIT, jadi akhirnya aku lanjutin juga.

Lanjutin nulis, kirim sekitar 1 minggu sebelum deadline, terus habis itu ga mikir lagi. Januari datang, aku pindah ke California buat community college itu.

Karena si MIT biasanya tanggal pengumumannya waktu PI day Tau time (14 Maret jam 6.28 p.m. Eastern Time, jam 3.28 p.m. di tempat aku tinggal sekarang), tipikal anak sebelum hari-h pengumuman, aku sekitar beberapa minggu sebelumnya udah mulai panik. Buka-buka college confidential (CC), ngescroll-scroll Quora untuk topic MIT dan University Admission, terus malem-malem kebangun tidur tanpa sebab :p

Hari-H datang, pikiran kosong, paginya aku ada midterm exam kelas musik, pulang, buka YouTube, binge-watching video-video unboxing gaje, Skype sama mama, terus akhirnya sampe jam 3.25 an. Waktu aku buka decisions . mit . edu, ternyata udah ada pengumumannya. Login, dannnn

Screen Shot 2017-03-14 at 3.29.57 PM

Reaksi pertama:
Mom: /NANGIS DERES/
Me: /panik nge-refresh page-nya berkali-kali mastiin kalo ga error atau salah kirim acceptance letter/
Cece: /ga percaya/

Singkat cerita, yang keterima aku, tapi yang nangis mama. oke.

Terus aku celebrate sambil makan ice cream coklat dan vanilla chip-nya Trader’s Joe…. dan lanjut belajar buat exam kelas psikologi di hari Jumat o←<


Resource

Ini beberapa resource yang aku pakai untuk semua persiapan daftar di universitas (SAT, TOEFL, dll), mungkin bisa membantu yang lagi bingung bagaimana caranya. Beberapa Surabaya only, beberapa bisa dari daerah mana aja.

Untuk persiapan tes SAT 1 dan TOEFL, aku kursus di Embassy English Center (Ko Ferry & team). Kursus ini ada di Surabaya Barat dan Timur (kayanya habis gini ada 2 cabang lagi, 1 di Surabaya, 1 di Malang). Aku mulai persiapan untuk tes SAT dari kelas 9 SMP, dan tes 2 kali waktu kelas 10 dan 11. Untuk TOEFL persiapannya lebih singkat, cuma beberapa bulan, dan aku tes waktu kelas 12 semester 1. Menurutku les di Embassy enak, soalnya mereka banyak banget soal latihannya, dan menurutku diajarnya terstruktur, jadi membantu aku banget.

Hasil SAT 1: 2xxx

TOEFL IBT: 1xx

Untuk persiapan tes SAT Subject Math Level 2 dan Physics, aku mengikuti kursus di St. Valent (Ko Ivan). Ini sebenarnya kursus untuk tes NUS dan NTU, tapi aku les di sana bisa juga :p

Hasil SAT Subject

  • Math Level 2: 800 / 800
  • Physics: 740 / 800

Direkomendasikan juga untuk yang daftar ke universitas luar bisa di Inggris, Amerika, Asia, dll., untuk ikut program Indonesia Mengglobal Mentorship. Ini program GRATIS. Kalian bakal di partner-in sama mentor-mentor yang udah pengalaman, dan kalian akan diberitahu cara-cara daftar ke universitas luar, gimana cara prepare untuk tes, cara mengatur finansial, dll. Program ini berguna banget bagi yang khususnya baru pertama kali daftar ke universitas di luar, soalnya proses buat daftar itu lumayan rumit.

Untuk pertanyaan-pertanyaan lain, bisa hubungi EducationUSA terdekat di berbagai kota di Indonesia. Mereka bukan agent, dan sama sekali TIDAK dipungut biaya.


Special Thanks

Thank you for God for obvious reason. Karena sebenarnya menurutku aplikasiku ini termasuk kandidat yang lemah, jadi kalau ini bukan mujizat dari Tuhan aku ga mungkin diterima. (I will elaborate this futher in part 2/3)

Terima kasih kepada Bu Hanna, guru-guru,dan staf SMA Kr. Petra 3 yang telah mendidik dan mendukung saya selama saya bersekolah di sana.

Thank you so much buat Ci Veni & Jun (my sister’s friend but he doesn’t speak Indonesian so I doubt he will read this but I put his name here just in case) for helping me improving my essays. Aku bukan orang yang suka nulis, jadi aku benar-benar butuh bantuan untuk memperbaiki essay-essayku. I owe you both a lot, and you both are crucial in my success during this MIT application. Thank you very much 😀

Terima kasih juga buat Pak Rully Soelaiman yang udah banyak banget membantu saya dari awal sampai sekarang.

Terima kasih juga untuk semua pembimbing dan alumni TOKI yang sudah mendukung saya 🙂

All in all, thanks for all people who support me 😀


Fun fact
(Note: If you are not interested in religious / Christian talk, please skip this section. I have no intention to offend anybody or ‘force’ anyone to turn into Christian by writing this article. I know we have our own faith (or not), and I can accept all of that. I don’t like people forcing their belief to me, so I have no intention to do that either.)

  • Sebenarnya aku udah mulai nulis artikel kemenangan ini sekitar 1 minggu sebelum pengumuman MIT keluar sebagai bentuk ‘faith’ ku bahwa Tuhan pasti membantu aku supaya bisa masuk ke MIT.
  • Beberapa minggu sebelum aku menulis artikel ini (sekitar 1 bulan sebelum pengumuman keluar), seperti biasa, waktu Sabtu malam aku live streaming Singapore’s City Harvest Church service (fun fact: bagi yang waktu pelatnas sama aku, waktu aku bilang aku gerejanya bisa ‘live-stream’, itu maksudnya gereja ini owo)b ). Because of my fabulous short-term memory, aku ga ingat banyak tentang kebaktiannya, tapi aku ingat kalau Ps. Kong Hee kesaksian bahwa temannya punya less than 1% chance buat dapat anak walaupun sudah bertahun-tahun menikah. Singkat cerita (dan karena aku lupa banyak ceritanya . . . lesson learned: jangan dengerin kebaktian sambil ngerjain kalkulus), kalau kalian mengatakan sesuatu + iman = mujizat. In the end, temannya itu dikaruniahi anak, etc. etc. Mendengar kesaksian itu, aku ingat pernah membaca di Quora kalau international student punya kurang dari 2-3% chance dari international student yang daftar untuk diterima di MIT, dibandingkan dengan US citizen yang punya 8% chance. Aku berpikir, kalo Tuhan bisa create other living being with less than 1% chance, it will be a piece of cake for Him to get me in a university with 2-3% chance. Dan akhirnya Tuhan mengabulkan doaku 😀 So, thank you to Ps. Kong & City Harvest Church for developing my faith 🙂
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s