US Uni Application: FAQ, Tips, etc [3/3] [IDN]

Di bagian ini aku akan share pertanyaan-pertanyaan yang sering ditanyakan, pertanyaan yang aku dapat waktu interview, dan beberapa tips yang (semoga) berguna.


Interview Questions + Tips
Interview biasanya dilakukan dengan alumni dari universitas itu yang sekarang tinggal di Indonesia. Karena semua alumni yang interview aku berada di Jakarta, kita interview melalui Skype. Range waktu interview sekitar 45 – 60 menit.

Dari semua universitas yang aku daftar, ada 3 universitas yang menawarkan interview, yaitu Brown, Princeton, dan MIT. Di bagian ini akan aku sebutkan pertanyaan apa saja yang aku dapat + pertanyaan yang mungkin bisa jadi persiapan.

Note: Bisa jadi kalian mendapatkan pertanyaan yang jauh berbeda, karena masing-masing interviewer punya pertanyaan sendiri.

1. Why [insert university here]?
Pertanyaan klasik. Hampir semua interview pasti ada pertanyaan ini. Hindari jawaban “karena ranking universitasnya tinggi”, “pendidikan di sana kualitasnya bagus”, dan sejenisnya. Pastikan jawaban kalian itu spesifik dan berhubungan dengan passion kalian. Browsing website-website universitasnya dan cari keunikan apa yang mereka punya.

2. What is your leadership experience? Have you encountered any problems in your team and how do you handle them? <MIT>

3. What are your activities outside of school? Which one do you like the most? <Princeton, Brown>

4. What do you want to tell me that is not in your application? <all univ>

5. How can you contribute to [insert university] community? <Princeton, Brown>

6. (Gap year question) What have you learned through your gap year? <MIT>

7. If you can be/have anything in the world right now, what do you want to be/have? <Brown>

8. Tell me about yourself. <all univ>

9. If you are accepted to several universities, what are the factors you will consider? <Brown>

10. What makes you different to another applicant?

11. What are your strengths and weaknesses?

12. What do you do for fun? <Princeton>

13. What do you think will be the most difficult thing to face in college? <Princeton, Brown>

Selain menjawab pertanyaan dari interviewer, pastikan kalian juga punya pertanyaan untuk interviewernya. Jangan beri pertanyaan yang bisa kalian cari sendiri di web-nya. Aku sarankan tanya pertanyaan yang berhubungan dengan pengalaman mereka di universitas masing-masing. Contoh pertanyaan yang aku tanyakan ke mereka:

  • How is your experience in [insert university]?
  •  Why do you choose [university] back then?
  • How is your research experience in [university]?
  • How [University] prepares you for your first job?

Strategiku supaya ga nge-blank waktu interview: karena aku melalui Skype, jadi biasanya aku sambil membuka file Word / Notepad yang berisi pertanyaan dan poin-poin jawabanku. Jadi kalau ada yang lupa, tinggal scroll file jawaban :p


Random (maybe important) Q&A
1. Apa untuk masuk ke universitas top di Amerika harus punya medali internasional?
GA.
Aku ga tau kalau negara lain, tapi kalau kamu punya medali internasional, tapi GPA sekolahmu jelek, kamu ga ada ekstrakulikuler, sifatmu jelek waktu interview, atau essaymu ga bagus, kamu juga pasti ditolak. Contoh nyata: Stanford udah reject aku 2 kali walaupun aku ada medali olimpiade internasional. Selain itu, menurut pertanyaan di Quora ini, sepertinya ada anggota tim Amerika sendiri yang dapat medali emas di International Mathematics Olympiad (IMO) yang ditolak MIT juga. Anggota tim Amerika sendiri!! Medali EMAS!!! Bakal banyak sekali faktor acceptance dari universitas itu + luck.

Untuk MIT, mereka agak terbuka dengan sistem penilaian mereka, dan bisa kalian lihat di webpage mereka di sini dan sini.

2. Apa untuk diterima di universitas Amerika harus SMA di sekolah berkurikulum internasional?
NOPE. Aku dari SMA Kr. Petra 3, dan itu sekolah nasional. Aku bahkan ga pernah tes AP, tes A-level, IB, dll. Aku bahkan ga ada publikasi, research, dkk. Tapi kalau kalian sekolah di tempat yang berkurikulum internasional, pastikan kalian banyak ambil course yang menantang. Kalau MIT disarankan banyak course yang STEM related.

3. Apa untuk masuk ke sekolah top di Amerika [GPA, SAT, TOEFL-nya] harus perfect semua?

GA. Nilai SAT dan TOEFL-ku jauh dari perfect, dan nilai GPA-ku juga jauh dari perfect, tapi aku memang ranking 1 di sekolahku (fun fact: nilai unas B. Indonesia-ku dapat 70+). Universitas-universitas tersebut punya kriteria sendiri-sendiri, jadi mereka memperhatikan activities kalian, apa kalian bisa menunjukkan kualitas leadership dan passion kalian, letter of recommendation kalian isinya bagaimana, essay kalian. Kalau MIT katanya di Quora mereka kaya ada 2 bagian penilaian. Stage 1 yaitu mereka melihat apa kalian bisa lulus dari MIT dalam waktu 4 tahun (dilihat dari GPA, nilai-nilai SAT, TOEFL, dll.). Kalau kalian lulus dari screening stage 1, baru mereka lihat dari kualitas-kualitas yang kalian miliki, kontribusi apa yang bisa kalian berikan ke MIT, dll.


Few Tips

  1. Mulai buat essay secepat-cepatnya. Untuk mendapatkan ide yang bagus dan susunan kalimat yang baik membutuhkan waktu berhari-hari, dan bahkan bisa berminggu-minggu. Kalau kalian akan mendaftar ke universitas yang menggunakan Common Application, pertanyaan essay untuk pendaftaran 2017-2018 sudah keluar.
  2. Tulis essay kalian sendiri, lalu minta bantuan orang lain yang mahir dalam Bahasa Inggris untuk proof read atau improve kalimat kalian. Saranku, menulis essay sendiri lebih baik soalnya kalian yang lebih tau pengalaman dan ide kalian. Selain itu, admission officer yang akan membaca essay kalian adalah para profesional yang udah terbiasa baca 20.000+ essay tiap tahunnya, jadi kemungkinan besar mereka akan tau kalau essay itu kalian sendiri yang menulis atau orang lain yang menulis.
  3. Jika mau daftar melalui jalur Early, perhatikan baik-baik jenis early apa yang dianut di masing-masing universitas. JANGAN sampai melanggar peraturannya. Jika ada 1 universitas yang menganut REA, jangan daftar universitas lain di jalur yang sama. Mereka punya cara masing-masing untuk mengecek semua murid yang mendaftar, dan yang melanggar peraturan tersebut akan otomatis di-reject.

Tips buat essay:

  1. Topik untuk essay pastikan bervariasi. Contohnya: kalau aku kan sukanya competitive programming. Jadi aku cuma 1 essay yang tentang competitive programming , lalu essay lainnya bisa dipakai untuk ensembel musik, kunjungan ke panti asuhan, pengalaman sebagai scientific committee, dll. Jangan sampai mayoritas essay ceritanya cuma tentang competitive programming doang.
  2. Dalam menulis masing-masing essay, pastikan pembaca bisa tau lebih banyak tentang kepribadianmu, pengalamanmu, dan sifatmu. Jangan sampai yang kalian tulis itu sudah terceminkan di bagian aplikasi yang lain. Contoh: di salah satu essayku ada cerita tentang pengalamanku di IOI. Di sana aku ga ceritain tentang prosesnya: ikut OSN, pelatnas, baru ke Kazakstan, ikut IOI, dst. Tapi aku fokuskan essayku ke perkembangan sifatku dan kepribadianku di proses tersebut.
  3. Untuk tema essay, kalau bisa pakailah pengalaman kalian yang terjadi baru-baru ini (dari kelas 9-12), kecuali pengalaman kalian yang dulu benar-benar life-changing. Contoh: waktu kalian umur 12 tahun kalian sembuh dari kanker, atau apa. Jangan pakai pengalaman kaya: dulu waktu umur 12 tahun aku juara lomba matematika bla bla bla sebagai tema utamanya.
  4. Kurangi kalimat-kalimat yang sifatnya ga penting, kecuali kalau kalimat itu untuk menghubungkan sisi 1 ke sisi lain.
  5. Dalam 1 essay, fokuslah pada 1 tema. Jadi jangan sampai di dalam 1 essay itu ada tentang olimpiade, musik, volunteering experience, dll. Lebih baik jabarkan 1 tema itu secara terperinci.
  6. Bagi yang ga terlalu bisa/suka nulis kaya aku, lebih baik pakai kalimat/tema yang normal aja. Admission officers pingin tau lebih dekat tentang kalian melalui essay ini, jadi kalian ga harus pinter banget nulis buat produksi esai yang bagus. Tulis keseluruhan pengalaman yang terperinci. Contoh: waktu percobaan pertamaku, gara-gara kebanyakan baca contoh-contoh essay di internet yang keren-keren, aku kaya berusaha hubung-hubungin kesukaanku competitive programming dengan kertas buram. Hasilnya maksa banget, dan jadi banyak kalimat ga pentingnya (lihat poin …) daripada bagian pentingnya. Result: cringeworthy dan decision dari universitas ga bagus juga.
  7. Pastikan at least kamu punya essay yang menunjukkan kalau kamu itu orangnya passionate, ada good leadership experience, dan ada kontribusi ke lingkunganmu. Lebih baik kalau ekstrakulikulermu sedikit tapi kamu sungguh-sungguh berkontribusi di daerah tersebut daripada punya >10 ekstrakulikuler tapi cuma jadi peserta doang.
  8. Waktu kalian nulis essay dan mau menunjukkan kepribadian kalian, jangan tulis secara langsung kaya “I am a passionate person” atau “I am very patient in bla bla bla”. Tunjukkan sifat kalian dengan cerita tindakan nyata kalian, nanti pembaca bisa mengambil kesimpulan sendiri.
  9. Walaupun aku ga ada, tapi katanya orang-orang MIT di Quora, universitas top suka sama orang yang bisa olahraga. Jadi kalau kalian di tim DBL atau futsal sekolah, nilai kalian bagus, ada prestasi akademik juga, itu akan dihargai sama mereka. Apalagi kalau kalian juara nasional atau mungkin malah ke world final 😀 Tapi ini tidak juga menjamin kalian diterima di universitas itu juga.
  10. Kalau misalnya ada pertanyaan yang sifatnya tentang waktu refreshing kalian, contoh: “beritahu kita apa yang kamu lakukan untuk bersenang-senang”, dkk., jawab aja dengan jujur. Jangan dijawab bohong kaya: “aku waktu istirahat sukanya belajar kalkulus dan menemukan teori-teori baru!”, atau “aku sukanya waktu istirahat membaca buku finansial.” Kecuali itu memang yang kamu lakukan waktu istirahat, jangan tulis itu soalnya kesannya bakal pretentious. Banyak yang keterima yang menulis mereka suka main video game waktu istirahat, main sepak bola, nonton film, baca novel fiksi, mendengarkan musik metal, dan hal-hal ‘normal’ lainnya.
  11. Beberapa universitas juga mungkin menanyakan pertanyaan-pertanyaan ‘gaje’ kaya “apa buku, film, musik favoritmu?”, jawab dengan jujur! Jangan jawab kalau kamu membaca Shakespeare lah, <insert heavy literature author here> lah, mendengarkan <insert obscure classical music> lah. Kalau suka mendengarkan musik rock, pop, dll. tulis aja. Kalau bagian aplikasi lainnya tidak serasi dengan jawaban kalian di pertanyaan-pertanyaan seperti ini, ini bakal jadi red flag bagi admission officer.
  12. Poin yang ini harusnya lumayan jelas sih, tapi aku tulis aja buat jaga-jaga… JANGAN SAMPAI.. once again JANGAN menulis IQ kalian di aplikasi kalian. Di pertanyaan Quora di sini (link), ada orang yang tanya kenapa dia ga diterima di Harvard padahal IQ-nya dia 160 dan dia juga sertain sertifikat dari Mensa. Like, omg. Universitas itu lebih peduli pada apa yang kalian telah lakukan dengan talenta yang kalian miliki daripada potensial doang. Apa kalian sudah mengembangkan talenta itu? Apa kalian sudah berkontribusi ke komunitas kalian dengan talenta yang kalian miliki? Jika tidak, talenta itu akan dianggap percuma sama officernya.
  13. Jangan terlalu membangga-banggakan penghargaan kalian. Jangan lupa, di universitas itu banyak pemenang hadiah Nobel, Fields Medal, dll, jadi sebenarnya penghargaan yang kita punya itu ga ada bandingannya sama mereka.
  14. Kalau mau jujur boleh, tapi jangan terlalu jujur. Jangan sampai essay kalian tentang kalian pernah menjadi pecandu narkoba, minuman beralkohol, dll.
  15. Kalau bisa hindari tema yang tragis, contoh: kematian anggota keluarga, perceraian ortu, dll. kecuali kalian benar-benar bisa menulis dengan baik. Karena aku sendiri ga tau kalau mau nulis tema ini gimana, google aja caranya :p

Financial Aid

Semua universitas biasanya menyediakan financial aid, dan biasanya financial aid itu dalam bentuk grant. Itu artinya kalian diberi sejumlah uang yang tidak usah dikembalikan (beda sama loan di mana kalian harus mengembalikan sejumlah uang). Masalahnya, mayoritas dari universitas itu pelit kalo buat international student. Bisa dipahami, karena mereka universitas Amerika, jadi mereka lebih mengutamakan orang Amerika sendiri. Ada 7 universitas yang need-blind untuk international student. Need-blind itu berarti kalau kalian minta financial aid, permintaan itu tidak akan dipertimbangkan di aplikasi kalian. Contoh: Stanford sifatnya TIDAK need-blind. Jadi kalau kalian daftar Stanford minta financial aid, kalian bakal semacam ada nilai minusnya gitu soalnya minta duit.
7 universitas yang need-blind untuk international student adalah:

Waktu kalian mendaftar, tentukan kalian bakal butuh financial aid apa ga. Setiap universitas peraturannya beda-beda (lihat di web universitas masing-masing). Aku cuma tau Stanford, untuk international student, kalo kalian ga daftar financial aid waktu mendaftar sekolah ini, kalian ga bakal boleh minta financial aid selama 4 tahun kalian bersekolah di sana.

Correct me if I’m wrong, tapi sewaktu kalian sudah diterima di suatu universitas, kalian bakal diminta bukti kalau kalian benar-benar bisa bayar uang kuliahnya. Bisa jadi diminta laporan tax ortu, statement dari bank, atau isi-isi form. Jika kalian ga bisa buktiin kalo bisa bayar, kalian ga bakal dikasih I-20. Dokumen ini adalah syarat untuk apply visa. Jadi kalian sama aja ga bakal bisa sekolah di sana.

Karena aku cuma ada pengalaman daftar financial aid untuk Stanford, Princeton, dan MIT, akan aku jelaskan singkat prosesnya untuk ketiga universitas tersebut.

Princeton (link)

Princeton punya website sendiri untuk daftar financial aid, namanya PFAA (Princeton Financial Aid Application). Di sana bakal ada form di mana kalian bisa menulis pendapatan orang tua, pengeluaran, tax, dll. Setelah selesai mengisi itu & submit form-nya, kalian nanti akan diberi tau cara untuk meng-upload surat tax orang tua kalian. Jika masih dalam Bahasa Indonesia, terjemahkan di penerjemah tersumpah di kota masing-masing, baru di-upload di websitenya.

MIT (link)

MIT pakai jasa pihak ke-3 yaitu CSS Profile. Ini punya College Board (yang ngadain SAT), tapi ini buat daftar financial aid. Isinya mirip sama formnya Princeton. Jadi ada penghasilan orang tua, pengeluaran, penghasilan tahun ini, kemungkinan penghasilan tahun depan, dll. Form ini untuk registrasi pertama kali ada biayanya, lalu untuk kirim ke setiap universitas juga ada biayanya sendiri. Beberapa hari setelah submit CSS Profile, kalian akan di-email untuk register di IDOC. Ini web untuk kalian upload surat tax orang tua kalian.

Stanford (link)

Pertama Stanford mirip sama MIT, yaitu pakai CSS Profile. Jadi kalau kalian kebetulan daftar ke dua-duanya cuma tinggal isi CSS Profile 1 kali, tapi kirimnya ke 2 universitas ini. Bedanya, Stanford tidak pakai IDOC. Stanford mengharuskan kalian mengisi ‘International Student Certification of Finances’ yang tersedia di websitenya. Perhatikan tanggal di form tersebut, karena terkadang Stanford lupa meng-update tahun formnya. Jika salah, email official dari financial aid Stanford. Isi dari form tersebut adalah banyak penghasilan orang tua yang akan digunakan untuk kuliah selama 4 tahun, dan biaya uang dari tabungan bank yang akan digunakan untuk kuliah. Untuk uang dari tabungan bank, kalian harus minta tanda tangan dari official bank. Jika tidak bisa, minta saja statement tentang jumlah uang di bank tersebut, dan kirim bersama form ini. Setelah selesai mengisi, upload form (& statement bank) di website yang disediakan Stanford (ada di link), atau menggunakan fax.

Note: mengisi form untuk financial aid itu banyaaaak banget, dan jika baru pertama kali mengisi bisa membingungkan. Jangan mulai mengisi dekat-dekat deadline. Kasih jarak beberapa minggu sebelum deadline untuk memulai mengisi form-nya.


Penutup

Page ini mungkin akan di-update kalau aku ada ide buat nambahin tips dan FAQ. Jika kalian ada pertanyaan tanya aku langsung aja, kalau aku tau aku pasti jawab kok 🙂

Anyway, good luck with your application and hope to see you at MIT!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s